Senin, 14 Januari 2019

TUGAS JURNAL METODOLOGI PENELITIAN


TUGAS JURNAL
METODOLOGI PENELITIAN
Pengertian Metode penelitian
Metode penelitian adalah Rangkaian cara terstruktur atau sistematis yang digunakan oleh para peneliti dengan tujuan mendapatkan jawaban yang tepat atas apa yang menjadi pertanyaan pada objek penelitian. Atau secara mudahnya arti metode penelitian adalah upaya untuk mengetahui sesuatu dengan rangkaian sistematis.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah mendapatkan suatu rumusan hasil dari suatu penelitian melalui proses mencari, menemukan, mengembangkan, serta menguji suatu pengetahuan. Selain itu, penelitian digunakan untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu permasalahan yang ada. Suatu penelitian dapat dikategorikan baik bila memenuhi unsur seperti spesifik, terbatas, bisa diukur, dan bisa diperiksa dengan menunjukkan hasil penelitian. Berikut ini beberapa tujuan penelitian secara yaitu:
1.      Untuk mendapatkan pengetahuan baru dalam beberapa bidang.
  1. Untuk mengembangkan pengetahuan yang telah ada.
  2. Menguji kebenaran dari pengetahuan sudah ada.
METODELOGI PENELITIAN PADA JURNAL GETARAN MEKANIK

1.        ANALISIS GETARAN PADA BANTALAN LUNCUR YANG DIAKIBATKAN OLEH PENGARUH KEKENTALAN PELUMASAN
Perancangan Model Penelitian. Pada penelitian ini akan dirancang suatu simulasi bantalan luncur yang bisa diaplikasikan kedalam equipment-equipment seperti pompa dan kompresor yang merupakan bentuk sederhana dari equipment di bidang industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis spektrum getaran yang ditimbulkan pada bantalan luncur (sliding bearing) dengan pengaruh kecepatan aliran dan kekentalan pelumasannya.

Model Penelitian terdiri atas: 1) motor listrik tiga phase dengan daya outpout 4 hp; 2) roda gigi dan gearbox; 3) pompa Oli serta Tanki Oli; 4) bantalan luncur beserta dudukannya. Perangkat penelitian: 1) Sensor Accelerometer; 2) Inverter; 3) Digital signal Analyzer “OnoSokki; 4) Perangkat Komputer beserta software “OnoSokki”

JENIS  METODE PENELITIAN
Pada penulisan ini metode yang digunakan adalah “Metode Penelitian Kuantitatif” yang merupakan salah satu jenis penelitian yang terperinci, sistematis, dan terstruktur. Metode penelitian ini memfokuskan pada penggunaan angka. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan tabel, grafik, dan diagram sebagai untuk menunjukkan hasil data yang didapat.

2.        ANALISIS GETARAN PADA FOOTREST  SEPEDA MOTOR TIPE MATIC  DAN NON-MATIC
Getaran yang terjadi pada sebuah piranti atau instrument yang kita gunakan seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Tidak hanya itu, getaran yang berlebihan pada piranti tersebut cepat atau lambat akan menyebabkan kerusakan-kerusakan pada komponen-komponen sistem. Oleh karena itu, penting kiranya untuk mendeteksi getaran dan selanjutnya dilakukan usaha untuk meminimalisasi getaran yang terjadi sehingga kenyamanan dapat diraih dan kerusakan yang ditimbulkan dapat diminimalisasi atau bahkan dihilangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui getaran yang terjadi pada footrest sepeda motor tipe matic dan non-matic. Selain itu juga mengetahui sejauh mana perbedaan getaran yang terjadi pada footrest sepeda motor tipe matic dan non-matic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian terhadap bahan (objek) yang dalam hal ini adalah dua sepeda motor tipe matic dan non-matic dengan menggunakan alat uji (Accelerometer). Pada footrest sepeda motor non-matic diperoleh karakteristik getaran yaitu simpangan terjauh (amplitudo) pada masing-masing arah sumbu x, y dan z berturut-turut adalah 2, 741 cm, 1,882 cm, dan 1,415 cm. Adapun kecepatan rata-rata pada masing-masing arah sumbu x, y dan z berturut-turut adalah 2,908 cm/s, 1,893 cm/s, dan 1,204 cm/s. Dan untuk percepatan rata-rata pada tiap arah sumbu x, y dan z berturut-turut adalah 1,701 cm/s2, 1,146 cm/s2 dan 0,663 cm/s2. Sedangkan footrest sepeda motor matic diperoleh karakteristik getaran yaitu bahwa simpangan terjauh (amplitudo) pada masing-masing arah sumbu x, y, dan z berturut-turut adalah sebesar 1,590 cm, 0,826 cm, dan 1,268 cm. Adapun kecepatan rata-rata pada masing-masing arah sumbu x, y dan z berturut-turut adalah 1,077 cm/s, 0,5301 cm/s, dan 0,6343 cm/s. Dan untuk percepatan rata-rata pada tiap arah sumbu x, y dan z berturut-turut adalah 0,8627 cm/s2, 0,3747 cm/s2, dan 0,3993 cm/s2.

JENIS METODE PENELITIAN
 Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah “Metode Penelitian Kualitatif” yang Merupakan riset yang bersifat penejalasan dan menggunakan analisis. Dalam metode ini, proses penelitian lebih diperlihatkan dan landasan teori yang digunakan juga lebih fokus. Penelitian ini lebih subjektif jika dibandingkan dengan penelitian kuantitatif.

3.        ANALISIS RESPON SISTEM GETARAN PADA MESIN TORAK
Getaran merupakan suatu fenomena yang tidak mungkin bisa dihindari dari suatu sistem kerja mesin, begitupun pada mesin torak (piston engine). Getaran pada mesin torak dibatas normal tentunya tidak akan menggangu atau menurunkan performa kerja mesin, akan tetap getaran yang terjadi secara kontinu, seiring dengan jalannya waktu dapat menurunkan kenyamanan dan presisi kerja mesin yang terjadi. Model matematika dari sistem getaran pada mesin torak sangat dibutuhkan dalam hal ini, model matematika yang dibuat untuk kemudian dianalisis dan dideskripsikan, dapat dijadikan masukan atau pedoman untuk menentukan lagkah teknik pada saat di lapangan ketika dijumpai kondisi mesin yang sudah tidak lagi baik atau rusak. Acuan sistem kerja mesin torak dalam penelitian ini mengacu pada mesin torak secara umum atau pada kendaraan roa dua (125 CC).
Secara umum metode dalam penelitian ini menerapkan studi literatur dan pengembangan model serta  enelitian lapangan. Adapun tahap rinciannya sebagai berikut:
a)   Identifikasi dan pengumpulan informasi yang relevan terhadap getaran pada mesin torak (literature dan lapangan).
b)   Membentuk asumsi dasar sebagai acuan untuk simplifikasi dan pembatasan masalah.
c)   Formulasi masalah dengan deskripsi matematika atau pembentukan model.
d)   Melakukan analisis untuk mencari solusi matematis.
e)   Simulasi numerik.
f)    Interpretasi solusi dan validasi model.

JENIS  METODE PENELITIAN
Pada kali ini metode yang digunakan adalah metode “Penelitian Studi kasus” yang  mana pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Misalnya, mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja. Terhadap kasus tersebut peneliti mempelajarinya secara mendalam dan dalam kurun waktu cukup lama. Mendalam, artinya mengungkap semua variable yang dapat menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar